Cara Mudah Merawat Kucing Persia
- Tips cara terbaru kali ini setelah lama ga update adalah Cara Merawat
Kucing Persia.Memelihara kucing memang asyik terutama bagi anda yang
Hobby memilihara kucing persia, tetapi suka saja belum cukup tapi anda
harus tahu cara memliharanya.
Ada bebrapa hal yang harus dilakukan untuk memlihara kucing persia ini.
Untuk lebih jelasnya anda bisa lihat cara memelihara kucing persia
dibawah ini,namu n sebelum itu coba juga di simak tips saya sebelum ini
yaitu
Cara Melindungi Komputer Dan Laptop Dari Viru
Berikan kandang yang nyaman
Kandang merupakan bagian penting dari pemeliharaan kucing persia,
kandang yang buruk akan menjadi penyebab utama kesehatan yang memburuk.
Kandang kucing persia harus mempunyai sirkulasi udara yang cukup,
jangan sampai kandang pengap. Selain itu sirkulasi udara juga harus
diperhatikan. Bersihkanlah tiap hari tempat makanan dan minuman kucing
persia, jangan sampai kotor dan becek di dalam kandang.
Lingkungan bermain kucing persia
Tempat yang ideal untuk bermain kucing persia memiliki kelambapan udara
sekitar 43% sampai 55%, suhu udara 21 C sampai 24 C. Hindari lingkungan
bermain yang kotor dan ada bahan-bahan kimia yang berbahaya sehingga
menyebabkan kucing keracunan.
Menjaga kesehatan bulu kucing persia
Kebiasaan kucing yang tidak bisa dihidari adalah menjilati bulu-bulunya
sendiri atau lebih dikenal dengan istilah grooming. Hal ini bertujuan
untuk membersihkan bulu-bulunya dari kotoran. Namun kebiasaan grooming
itu bisa menjadi masalah untuk kucing perisa. Seperti kita tahu bulu
dari jenis kucing ini lebih panjang. Saking panjangnya maka kemungkinan
untuk tertelan saat menjilat tentu semakin besar. Setelah bulu-bulu itu
tertelan dan masuk ke dalam perut maka bulu-bulu akan menggumpal . Hal
inilah yang disebut hairball (bola rambut).
Untuk menghindari hairball bisa dengan cara menggunakan pasta khusus
untuk mencegah hairball yang bisa anda beli di toko hewan terdekat. Jika
anda tidak menggunakan pasta mungkin sesekali anda bisa memberikan
margarine pada makanananya. Tapi jika sudah terlanjur menggumpal di
dalam perut maka dapat diobati dengan sediakanlah rumput karena secara
alami kucing persia akan memakannya untuk memuntahkan hairball. Jika
masih tidak bisa dalam artian hairball sudah menjadi besar, ya mau nggak
mau anda harus ke dokter hewan untuk operasi. Sedangkan ciri-ciri
kucing yang menderia hairball adalah sering mengalami batuk, sulit
bernapas, dan tentu saja muntah
.
[ sumber;http://usahasuksesmandiri.blogspot.com/ ]
Cara Cepat Menjinakkan Burung dengan Mudah - Syarat utama agar burung cepat bunyi atau ngoceh yaitu burung tersebut
harus jinak, itu jika anda membeli burung liar atau anda membeli burung
muda hutan, burung jinak secara umum adalah burung yang bebas dari
tekanan di sekitarnya, burung yang tidak takut lagi kepada makhluk
hidup di sekitarnya terutama terhadap manusia.
Dalam hal menjinakkan burung liar
ini ada hal non teknis yang perlu diperhatikan, yaitu diperlukannya
kesabaran dan ketelatenan yang sangat besar dari diri anda sendiri jika
ingin berhasil.
Saat ini banyak para pehobi
membeli burung yang baru ditangkap dari hutan, diantaranya saja murai,
tledekan, cucak ijo dan yang laiannya, dikarenakan menyesuaikan kondisi
atau memang ingin membeli burung yang benar-benar masih asli dari
hutan dengan beberapa pertimbangan masing-masing, tidak ada salahnya,
sah-sah saja bukan?
Burung hasil tangkapan dari
hutan biasanya masih sangat liar dan sangat gesit, jika Anda punya
burung masih liar, tentu tidak akan pernah gacor ketika ada orang di
sekitarnya, dia akan bunyi dengan cara mencuri-curi waktu saat
disekelilingnya sepi dan merasa aman, Itulah sebabnya mengapa
burung-burung bakalan hanya berbunyi ngeplong kalau tidak ada/ tidak
melihat orang.
Cara menjinakkan burung liar atau burung yang masih muda hutan, diantaranya adalah:
1. Tempat menggantang burung
Jika anda mempunyai burung liar,
gantangkan saja burung anda ditempat yang banyak dilalui orang, jangan
di gantang ditempat yang sepi karena burung anda takut akan
nabrak-nabrak dan akan rusak bulunya, akan tetapi gantang burung liar
tersebut agak tinggi usahakan secukupnya jangan terlalu tinggi sekali
dan jangan terlalu rendah yang penting banyak dilalui oleh orang
disekitarnya.Lakukan hal tersebut setiap hari, kira-kira 5 atau sampai 1
minggu coba gantungan agak diturunkan dan seterusnya setiap minggu
makin turun dan makin turun. ( Dalam menggantang burung liar bisa
ditempatkan didepan rumah / pinggir jalan rumah dan gantang yang agak
tinggi )
2. Cara Memandikan burung
Biasakan memandikan burung dengan cara memasukkannya dikaramba dengan
waktu agak lama. Kalau dia nggak mau mandi sendiri, semprot pakai
semprotan sampai basah kuyup, tidak masalah dia kelabakan kesana-kemari
saat disemprot sampai benar-benar basah kuyup hingga menggigil
kedinginan dan nggak kelabakan lagi. Biarkan dulu dia di karamba, sampai
bulu agak kering, tapi kalau Anda tergesa-gesa mau pergi, masukkan
langsung ke sangkar juga nggak apa-apa, dan gantung di tempatnya, kalau
sempat, lakukan “pemandian” itu pagi dan sore hari.
Fungsi memandikan sampai basah kuyup:
a. Untuk mempercepat burung lapar.
Dengan mengombinasikan dengan cara nomer 3 di bawah maka burung akan
semakin merasa tergantung pada kita. Pada saat yang sama, kita bisa
cepat membuat burung lapar tetapi tidak kekurangan nutrisi (beda kan
kalau kita memang sengaja tidak memberi pakan burung secara rutin atau
cukup, yang dalam hal ini burung benar2 kekurangan semua nutrisi. Kalau
dengan memandikan, maka rasa lapar hanya disebabkan dia terlalu banyak
membakar karbohidrat untuk memanaskan tubuh).
b.
Pada saat burung basah kuyup, ada pembelajaran pada burung bahwa
meskipun dia hanya bisa diam, kenyataannya kita (manusia) yang berlalu
lalang di dekatnya, bukan merupakan ancaman.
Proses penjinakan adalah proses pembelajaran domestikisasi.
Kalau
kita takut burung lecet-lecet saat itu dan tidak memaksakan proses
pembelajaran, maka burung akan terlalu lama giras dan bisa-bisa giras
sepanjang masa. Kalau ini yang terjadi, ketika burung selalu gerabakan
saat dibawa-bawa, maka yang stress bukan hanya burungnya, tetapi juga
kita yang punya burung yang selalu gerabakan.
3. Memberi Makan
Yang ini memang memerlukan banyak waktu kosong anda untuk burung.
Jangan memberi makan menjelang malam hingga pagi, dan biarkan pada pagi
harinya dia kelaparan, dalam kondisi lapar itu, coba berikan dia tusuk
jangkrik dengan menggunakkan lidi yang agak panjang,biasanya akan
menyambar jangrik tersebut karena saking laparnya,tapi jika dia nggak
mau mengambil jangkrik, tarik lagi, kita ulangi 15 menit kemudian, kalau
masih nggak mau, tunda lagi sampai burung tersebut mau mengambil
jangkrik, jika sampai siang belum mau juga, tinggalkan jangkrik di
tempat pakan biar dimakan. Setelah dia makan satu jangkrik, tusuk pakai
lidi satu jangkrik lagi, goda dia beberapa saat sampai mau mendekat
atau tidak. Begitu jangkrik disambar, kita coba lagi, sampai burung
agak kenyang.( ulangi hal demikian hingga biting yang biasa digunakan
menusuk jangrik kita dikurangi/potong hingga pendek dan dekat dengana
kita ).
Setelah itu tempat pakan kita isi dengan kroto (untuk murai dan kacer)
satu sendok teh saja. Siang hari, kita coba-coba lagi memberi jangkrik
dengan lidi, dan begitu pula sore hari. Setelah terbiasa dengan lidi,
coba langsung diangsurkan dengan tangan. Proses ini kuncinya adalah
membuat burung kelaparan dan merasa tergantung pada manusia dan
“terpaksa” harus berani kepada manusia. Karena kuncinya membuat burung
lapar, senantiasa kosongkan wadah pakan dan hanya beri secukupnya ketika
sudah dilatih makan jangkrik yang kita tusuk lidi/langsung dari tangan
kita.
Kalau sekadar untuk tetap
bernafas sehat, empat-lima jangkrik sudah cukup kita berikan pada pagi
hari, dua-tiga jangkrik pada siang hari, dan empat – lima jangkrik
pada sore hari, dan semuanya tanpa ada makanan tambahan di wadah pakan.
Mungkin Itulah sejumlah cara menjinakkan burung yang bisa kita pilih. Kalau ketiga Cara Cepat Menjinakkan Burung Dengan Mudah
itu bisa kita laksanakan/kombinasikan berbarengan, maka dalam waktu
nggak sampai sebulan burung liar sudah jadi relatif jinak.
[ Sumber;http://www.nelza.info/ ]
Memindai permukaan air, buaya mematikan bersembunyi di sungai yang akan dilewati keluarga singa.
Singa
betina sangat melindungi keluarganya, melompat ke dalam air dan
bergulat dengan rept
il untuk memungkinkan sisa kebanggaan untuk
menyeberangi sungai dengan aman.

• kekuatan singa betina perkasa jelas, tapi buaya menjepit sekitar hidung kucing besar itu
Taktik berani singa betina 'disaksikan oleh fotografer satwa liar Pia
Dierickx, yang mengatakan makhluk itu bergerak dengan kecepatan luar
biasa seperti dia tidak menyadari apa yang terjadi.
Fotografer, dari Wisbenbae Antwerpen di Belgia, telah mengamati singa
betina dan harga dirinya terjadi tentang bentrokan antara kucing besar
dan buaya terjadi.
'sangat beruntung bagi singa betina buaya
tidak memiliki kesempatan untuk melakukan roll mati karena mulutnya
dijaga ditutup antara kaki depan singa betina, "tambahnya fotografer.
'Baru setelah memeriksa gambar saya pada penampil kamera yang saya benar-benar tidak menyadari apa yang saya saksikan
. Untungnya cerita memiliki akhir yang bahagia karena semua singa-singa betina dan anaknya berhasil selamat. "

•
Para singa betina dapat dilihat mengsurvei air dan menunggu saat yang
tepat untuk menyeberangi sungai di Botswana Okavango Delta

• Para singa betina bintik bertarung
, kepala buaya raksasa dan sebagian badan sebagian tenggelam di perairan sungai

• Para petarung singa betina dan buaya di sungai di Botswana

• singa betina bersiap melakukan pertempuran untuk melindungi anak-anaknya dari buaya mengintai

• Fotografer yang menangkap gambar-gambar ini mengatakan perjuangan berlangsung dalam hitungan detik

• Para singa betina berhasil memaksa buaya untuk kembali ke bawah air

• Perebutan saat sementara reptil berada di bawah air, singa betina membuat istirahat untuk lahan kering

•
Para singa betina muncul dengan aman di sisi lain dari sungai setelah
berani berjuang bertarung dengan buaya untuk melindungi harga dirinya

• Seperti singa betina berjuang dengan reptil mengintai, mampu menyeberangi sungai dengan aman

• Para singa betina yang tersisa pendarahan setelah buaya dijepit rahangnya di sekitar mulutnya
sumber:http://www.menjelma.com/2012/07/betina-vs-buaya.html